Laman

Tampilkan postingan dengan label Civil Engineering. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Civil Engineering. Tampilkan semua postingan

25 Februari 2013

STUDI PENERAPAN FIRE SAFETY MANAGEMENT (FSM)

Abstrak
Seiring dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk di kota-kota besar di Indonesia maka kebutuhan infrastruktur juga semakin meningkat. Yogyakarta sebagai salah satu kota besar di Indonesia tidak lepas dari efek perkembangan jumlah penduduk tersebut. Sehingga tidak dapat kita pungkiri akan kebutuhan bangunan gedung, terutama bangunan kantor, kampus, rumah sakit dan bangunan komersil (hotel dan pusat perbelanjaan)  semakin meningkat
  
Pembangunan gedung-gedung harus sesuai dengan Undang-Undang Bangunan Gedung No. 28 2002 (UUBG 2002). Undang-undang ini menghendaki terciptanya suatu bangunan gedung yang aman, nyaman dan  produktif bagi penghuninya. Faktor keselamatan merupakan salah satu persyaratan penting yang harus dipenuhi  oleh sebuah bangunan gedung.

Salah satu aspek keselamatan adalah keselamatan terhadap bahaya kebakaran. Kebakaran merupakan suatu hal yang harus di waspadai karena dapat menimbulkan resiko kerugian material dan korban jiwa. Jika di pandang dari segi besarnya, maka kerugian akibat jatuhnya korban jiwa baik karena kematian maupun cacat fisik akan jauh lebih besar dari kerugian marteril yang di sebabkan rusaknya atau musnahnya bangunan tersebut. Hal ini dapat dimengerti, sebab kerusakan suatu bangunan dapat di tanggulangi dengan asuransi dan bangunan dapat didirikan kembali, sedangkan kehilangan jiwa tidak dapat digantikan dan dapat berdampak sangat luas. Bencana kebakaran merugikan bagi semua pihak, baik pemilik bangunan, pengelola bangunan, atau masyarakat lainnya yang berada dalam gedung. 

Ancaman bagi keselamatan jiwa jika terjadi kebakaran selain ditimbulkan oleh api juga bisa ditimbulkan oleh asap, sesungguhnya asap lebih berbahaya dari api sebab menghasilkan gas-gas beracun, menjalar lebih cepat dari api dan menimbulkan kepanikan karena kepekatannya. Besarnya resiko kehilangan korban jiwa oleh kebakaran pada suatu bangunan gedung  di sebabkan oleh beberapa hal antara lain kompleksitas rancangan bangunan yang menyangkut bentuk, luas, ketinggian, bahan kontruksi dan interior, serta karakteristik penghuninya. Jika penghuni bangunan berada dalam kondisi fisik yang lemah seperti pasien di rumah sakit maka resiko ini akan semakin besar, dalam kasus yang seperti ini bahkan evakuasi atau pemindahan pasien dari tempat berbaring merupakan hal yang mengandung resiko yang sangat besar.

Menurut Direktorat Pengawasan Keselamatan Kerja Ditjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (2004) yang mengutip dari Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri bahwa antara tahun 1997-2001 terjadi 1.121 kasus kebakaran dengan 76,1 % terjadi di tempat kerja dan 23,9 % terjadi di bukan tempat kerja. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Tambunan (2006) tentang penerapan sistem keselamatan jiwa terhadap bahaya kebakaran pada perancangan bangunan rumah sakit di Bandung menghasilkan bahwa tiga dari empat rumah sakit yang diteliti di Bandung tidak aman terhadap bahaya kebakaran khususnya bagi keselamatan jiwa penghuninya. Hal-hal yang menyebabkannya adalah karena tidak adanya alarm detektor asap, adanya koridor buntu, tidak adanya horizontal exit yang membentuk suatu area penyelamatan sementara yang dapat menahan penjalaran asap, tangga- tangga yang tidak tertutup dan tidak di proteksi baik oleh dinding pintu tahan api maupun oleh alat pengontrol asap yang membentuk bukaan vertikal sebagai media penjalaran asap. Adanya area berbahaya seperti ruang linen, gudang perabot bekas, ruang penyimpanan tabung serta locker yang tidak dilengkapi dengan alat detektor atau splinker. Kondisi manajemen  kebakaran pada setiap rumah sakit masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan manajemen kebakaran khususnya frekuensi latihan evakuasi yang akan mempengaruhi kesiapan dan kesigapan personil apabila keadaan darurat terjadi.

Penelitian yang dilakukan oleh Lasino dan Fefen Suhendi  (2005) dari Balai Sains Bangunan Puslitbang Permukiman Departemen Pekerjaan Umum tentang penerapan manajemen keselamatan kebakaran (Fire Safety Management) pada bangunan gedung tinggi di Indonesia menyimpulkan bahwa  pada dasarnya Fire Safety Management (FSM) telah di jalankan pada bangunan gedung dengan bentuk dan kulitas yang beragam. Didapati bahwa bangunan komersil (hotel dan pusat perbelanjaan) memiliki perhatian yang lebih baik dalam penerapan Fire Safety Management (FSM) dibandingkan dengan bangunan perkantoran dan rumah sakit. Sedangkan kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan Fire Safety Management (FSM) dapat dikelompokan menjadi : 1) kendala personil (baik kuantitas maupun kualitas), 2) pembiayaan yang dirasa memberatkan, 3) kebijakan (baik kebijakan internal maupun kebijakan external).

Bahaya kebakaran dapat datang secara tiba-tiba, namun bencana ini dapat dihindari oleh penghuni bangunan tersebut melalui penerapan ketentuan dan persyaratan teknis kontruksi yang berlaku pada setiap pembangunan gedung. Untuk menjamin tingkat keselamatan sebuah bangunan gedung agar dapat digunakan sesuai dengan fungsinya maka perlu dilengkapi dengan system proteksi aktif, system proteksi pasif dan penerapan Fire Safety Management (FSM). Menurut Kepmenneg PU No. 10/KPTS/2000 Manajemen Penanggulangan Kebakaran (MPK)/ Fire Safety Management  (FSM) bangunan gedung adalah bagian dari manajemen bangunan untuk mengupayakan kesiapan pengelola, penghuni dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) terhadap kegiatan pemadaman yang terjadi pada suatu bangunan gedung. 

Elemen sentral dalam strategi pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran penerapan kualitas Fire Safety Management (FSM), bisa jadi sebuah bangunan gedung di lengkapi dengan proteksi aktif  yang hebat dan memiliki rancangan proteksi pasif yang baik, akan tetapi semua itu tidak akan banyak berguna sepanjang waktu apabila prinsip-prinsip manajaemen keselamatan kebakaran tidak diaplikasikan dengan baik.

Kenyataan dilapangan menunjukan bahwa sebagian besar bangunan gedung belum menerapkan sistem Fire Safety Management  (FSM), sistem ini hanya diterapkan pada saat peresmian bangunan saja, seiring dengan berjalannya waktu Fire Safety Management  (FSM) ini juga tidak berjalan dengan berbagai alasan atau tidak konsisten dalam pelaksanaannya 
__________________________________
Penjelasan di atas menggambarkan betapa pentingnya Fire Safety Management  (FSM) untuk diterapkan, oleh karena itu saya (penulis) sangat tertarik untuk melakukan penelitian ini, dan akhirnya saya bisa melakukan penelitian ini sebagai bahan skripsi.

Bagi yang ingin mendapatkan skripsi saya versi lengkapnya silahkan untuk mendownload di sini.

Dikarenakan skripsi ini sudah didaftarkan menjadi Hak Kekayaan Intelektual oleh kampus saya, mohon untuk mencantukan sumber nya, agar tidak terkadi hal yang tidak di inginkan.


read more...

Share

19 Desember 2009

Lomba Desain Architecture Visualitation GH House

Dibawah ini adalah pengumuman tentang lomba arsitektural dari blog tetangga.



Lagi-lagi ada informasi untuk anda para perender indonesia, yaitu Lomba Desain Architecture Visualitation GH House yang diselenggarakan oleh mas Ronen Bekermen. Pada lomba ini tugasmu cuma ngerender sebuah rumah yang bernama GH house, model rumahnya sudah disediakan, anda tinggal menambahkan desain eksteriornya seperti taman, background, material, pencahayaan, dan lain-lain. Acara ini di buka tanggal 15 desember 2009 sampai tanggal 15 maret 2010, ayo cepet ikutan.. Acara ini disponsori oleh berbagai perusahaan render engine terkenal seperti E-on software, Luxology ,Maxwell Render™, Chaos Group, ASGVIS dan lain-lain. Hadiahe cukup menarik yang disediakan para sponsor diatas. Informasi lebih lanjut klik disini




read more...

Share

11 Juli 2009

Fire Safety Management (FSM)



Pembangunan gedung-gedung harus sesuai dengan Undang-Undang Bangunan Gedung No. 28 2002 (UUBG 2002). Undang-undang ini menghendaki terciptanya suatu bangunan gedung yang aman, nyaman dan produktif bagi penghuninya. Faktor keselamatan merupakan salah satu persyaratan penting yang harus dipenuhi oleh sebuah bangunan gedung, salah satu aspek keselamatan adalah keselamatan terhadap bahaya kebakaran dengan menerapkan fire protection system.

Tiga komponen penting dalam fire protection system yaitu : 1) proteksi aktif, 2) proteksi pasif, dan 3) fire safety management. Fire safety management (FSM) adalah bagian dari manajemen bangunan gedung untuk mengupayakan kesiapan pengelola bangunan, penghuni bangunan dan regu pemadam kebakaran terhadap kegiatan pemadaman kebakaran pada suatu bangunan gedung.
Bagaimana suatu bangunan telah menerapkan fire safety management (FSM) dengan baik, apakah bangunan gedung yang tidak ada histori kebakaran dapat disebut telah menerapkan FSM dengan baik, apakah harus menunggu bangunan tersebut terbakar kemudian dilihat bagaimana kesiapan pihak manajemen dalam menghadapi keadaaan tersebut. Tentunya tidak perlu semahal itu untuk mengetahui kualitas penerapan FSM pada suatu bangunan gedung. Beberapa faktor yang dapat dijadikan sebagai indikasi kualitas penerapan FSM yaitu :

1) Tata kerja yang menunjang keamanan terhadap bahaya kebakaran (fire safety house keeping).
2) Pemeriksaan dan perawatan.
3) Pembentukan tim penanggulangan kebakaran (fire emergency team)
4) Pembinaan dan pelatihan personil
5) Penyusunan rencana tindak darurat kebakaran (fire emergency plan).
6) Latihan kebakaran (fire drill)
7) Pelaksanaan audit keselamatan kebakaran (fire safety audit).
8) Komunikasi dengan dinas kebakaran dan pihak terkait.
9) Penyediaan brosur, leaflet dan poster.
read more...

Share

26 Januari 2009

Desain Ruangan dengan Sketchup 7

Beberapa waktu yang lalu google sketchup 7 sudah dirilis, setelah mencoba berbagai fasilitas yang di bawanya akhirnya timbul ide untuk mencoba membuat interior sederhana sebuah ruangan kantor, ruangan training dan media unit pun jadi bahan percobaan pertama.

Ruangan ini berisi perlengkapan kantor seperti komputer, lemari kursi dll. Untuk design nya sendiri masih menggunakan menu standar, setelah menggambar as dari ruangan maka dilanjutkan dengan pembuatan dinding dengan fasilitas push pull, setelah itu untuk materialnya sendiri bisa di cari dari icon material yang tersedia, sedangkan untuk perabot yang ada di dalamnya bisa di import dari komponen yang sudah di sediakan, ternyata dalam fasilitas komponen ini sudah cukup lengkap dibandingkan dengan sketchup versi sebelumnya.

Untuk finishing menggunakan fasilitas style, lalu di pilih style pensil biar terlihat lebih natural. di karenakan balum begitu mahir menggunakan v-ray maka dirasa cukup untuk bisa di sajikan sebagai desain sederhana sebuah ruangan kerja. Untuk file gambarnya bisa di unduh di sini.
read more...

Share

9 Januari 2009

Google SketchUp 7 sudah dirilis

Bagi orang-orang sipil dan arsitek mungkin tidak asing lagi dengan software arsitektur bernama Sketchup. Saat ini Sketchup tersedia versi yang gratis, maupun versi-pro yang berbayar. Tidak perlu menghabiskan ribuan dollar amerika untuk membeli software arsitektur. Sebenarnya sketchup tidak hanya digunakan untuk arsitektur tapi juga untuk membuat model model 3D. Untuk menjalankan sketchup tidak diperlukan computer yang super canggih seperti software 3D lainnya,untuk menjalankan Sketchup hanya diperlukan komputer dengan prosesor Pentium III 600MHz bermemori 128 MB sudah dapat digunakan, tapi untuk hasil optimal disarankan menggunakan komputer yang lebih tinggi.

Setelah melanglang buana di rumahnya om google tenyata Sketchup versi 7 sudah dirilis, setelah di coba tampilannya hampir sama dengan versi sebelumya, tetapi memang fitur-fiturnya ada yang bertambah seperti adanya Crossing lines break automatically, Scale without stretching dan yang lainnya.

Bagi yang penasaran ingin mencobanya silahkan unduh Sketchup versi 7 di sini, dan bagi yang menginginkan yang pro silahkan hubungi om google nya (tapi bayar).

read more...

Share

25 November 2008

Panduan Belajar AutoCAD 2006

Dalam bidang ilmu sipil dan arsitektur peranan AutoCAD sangat penting dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, softwhere ini sudah sangat terkenal karena dikenal memiliki ketelitian lebih tinggi di bandingkan softwere sejenis, bagi yang ingin belajar AutoCAD 2006 silahkan dapat mengunduh modul pelatihan dasarnya disini.

Modul ini merupakan modul pelatihan untuk salah satu SMK di Yogyakarta, penggunaan modul ini diperbolehkan untuk diperbanyak dengan menyantumkan sumbernya.



read more...

Share